TUGAS ISD BAB 2 : PENDUDUK, MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN.
Ø Pertumbuhan Penduduk (yang tercangkup di dalamnya).
Pertumbuhan penduduk: adalah perubahan populasi sewaktu-waktu,
dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu,dalam sebuah
populasi menggunakan “per waktu unit” untuk pengukuran. Sebutan pertumbuhan
penduduk merujuk pada semua spesies, tapi selalu mengarah pada
manusia, dan sering digunakan secara informal
Ø . Nilai pertumbuhan
penduduk (NPP)
Dalam demografi dan ekologi, nilai
pertumbuhan penduduk (NPP) adalah nilai kecil dimana jumlah individu dalam
sebuah populasi meningkat.
NPP hanya merujuk pada perubahan populasi
pada periode waktu unit, sering diartikan sebagai persentase jumlah individu dalam
populasi ketika dimulainya periode.
Ini dapat dituliskan
dalam rumus: P=Poekt
Nilai
Pertumbuhan= (Populasi di akhir
Periode – Populasi di awal Periode)
Populasi di awal Periode
Cara yang paling umum untuk menghitung
pertumbuhan penduduk adalah rasio, bukan nilai. Perubahan populasi pada periode
waktu unit dihitung sebagai persentase populasi ketika dimulainya periode yang
merupakan:
RASIO PERTUMBUHAN =
NILAI PERTUMBUHAN X 100%
Ketika pertumbuhan penduduk dapat melewati kapasitas muat suatu wilayah
atau lingkungan hasilnya berakhir dengan kelebihan penduduk. Gangguan dalam
populasi manusia dapat menyebabkan masalah seperti polusi dan kemacetan lalu
lintas, meskipun dapat ditutupi perubahan teknologi dan ekonomi.
Ø Ancaman ledakan penduduk
Menurut para pakar kependudukan, Setiap
hari rata-rata lahir 10.000 lebih bayi di Indonesia atau setiap tahun
pertambahan penduduk di Indonesia sama dengan total penduduk Singapura.
Pertambahan penduduk saat ini sekitar 1,3%, masih jauh lebih tinggi dari
pertumbuhan ideal untuk Indonesia 0,5%.
Indikasi ledakan penduduk mulai bisa
dirasakan dan akan semakin jelas setelah muncul data akhir jumlah penduduk
hasil Sensus. Buku berjudul The Population Bomb (Ledakan
Penduduk) pada tahun 1968 oleh Paul R. Ehrlich meramalkan
adanya bencana kemanusiaan akibat terlalu banyaknya penduduk dan ledakan
penduduk. Karya tersebut menggunakan argumen yang sama seperti yang dikemukakan Thomas
Malthus dalam An Essay on the Principle of Population (1798),
bahwa laju pertumbuhan penduduk mengikuti pertumbuhan eksponensial dan akan
melampaui suplai makanan yang akan mengakibatkan kelaparan.
v Penduduk dunia
Berdasarkan estimasi yang diterbitkan oleh
Biro Sensus Amerika Serikat, penduduk dunia mencapai 6,5 milyar jiwa pada
tanggal 26 Februari 2006 pukul 07.16 WIB. Dari sekitar 6,5 milyar penduduk
dunia, 4 milyar diantaranya tinggal di Asia. Tujuh dari sepuluh negara
berpenduduk terbanyak di dunia berada di Asia (meski Rusia juga terletak di
Eropa).
Pada tanggal 19 Oktober 2012 pukul 03.36
WIB, jumlah penduduk dunia akan mencapai 7 milyar jiwa. Badan
Kependudukan PBB menetapkan tanggal 12 Oktober 1999 sebagai tanggal dimana
penduduk dunia mencapai 6 milyar jiwa, sekitar 12 tahun setelah penduduk dunia
mencapai 5 milyar jiwa.
v Kepadatan penduduk
Laju pertumbuhan penduduk lebih tinggi di
negara berkembang dibanding dengan negara maju.Kepadatan penduduk dihitung
dengan membagi jumlah penduduk dengan luas area dimana mereka tinggal.
Negara-negara kecil biasanya memiliki kepadatan penduduk tertinggi, di
antaranya: Monako, Singapura, Vatikan, dan Malta. Di antara negara besar yang
memiliki kepadatan penduduk tinggi adalah Jepang dan Bangladesh.
v Piramida penduduk
Distribusi usia dan jenis kelamin penduduk
dalam negara atau wilayah tertentu dapat digambarkan dengan suatu piramida
penduduk. Grafik ini berbentuk segitiga, dimana jumlah penduduk pada sumbu X,
sedang kelompok usia (cohort) pada sumbu Y. Penduduk laki-laki ditunjukkan pada
bagian kiri sumbu vertikal, sedang penduduk perempuan di bagian kanan.
Piramida penduduk menggambarkan
perkembangan penduduk dalam kurun waktu tertentu. Negara atau daerah dengan
angka kematian bayi yang rendah dan memiliki usia harapan hidup tinggi,
bentuk piramida penduduknya hampir menyerupai kotak, karena mayoritas
penduduknya hidup hingga usia tua. Sebaliknya yang memiliki angka
kematian bayi tinggi dan usia harapan hidup rendah, piramida penduduknya
berbentuk menyerupai genta (lebar di tengah), yang menggambarkan tingginya
angka kematian bayi dan tingginya risiko kematian.
v PENGENDALIAN PENDUDUK
Pengendalian penduduk adalah kegiatan
membatasi pertumbuhan penduduk, umumnya dengan mengurangi jumlah kelahiran.
Dokumen dari Yunani Kuno telah membuktikan adanya upaya pengendalian jumlah
penduduk sejak zaman dahulu kala. Salah satu contoh pengendalian penduduk yang
dipaksakan terjadi di Republik Rakyat Cina yang terkenal dengan kebijakannya
'satu anak cukup'; kebijakan ini diduga banyak menyebabkan terjadinya aksi
pembunuhan bayi, pengguguran kandungan yang dipaksakan, serta sterilisasi
wajib. Indonesia juga menerapkan pengendalian penduduk, yang dikenal dengan
program Keluarga Berencana (KB), meski program ini cenderung bersifat persuasif
ketimbang dipaksakan. Program ini dinilai berhasil menekan tingkat pertumbuhan
penduduk Indonesia.
Ø Kebudayaan dan Kepribadian.
kebudayaan adalah jalinan pengetahuan
meliputi kepercayaan, kesenian, moral, keagamaan, hukum, adat – istiadat yang
menjadi kebiasaan manusia. Kebudayaan akan menimbulkan hubungan manusia dengan
kebudayaan.Sedangkan hubungan manusia dengan kebudayaan, karena masyarakat
adalah sekumpulan manusia yang hidup didaerah tertentu.
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan
masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan
oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk
pendapat itu adalahCultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi
ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan
pengertian nilai sosial, norma sosial , ilmu pengetahuan serta keseluruhan
struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala
pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan
keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan,
kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan
lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan
Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan
cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat
diperoleh pengertian mengenaikebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi
sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam
kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang
diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan
benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan
hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya
ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
Ø Berdasarkan wujudnya
tersebut, kebudayaan dapat digolongkan atas dua komponen utama:
Kebudayaan material.
Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata,
konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang
dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhiasan,
senjata, dan seterusnya. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang,
seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar
langit, dan mesin cuci.
Kebudayaan nonmaterial.
Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari
generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau
tarian tradisional.Kepribadian adalah keseluruhan cara dimana seorang individu
bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain. Kepribadian paling sering
dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa diukur yang di tunjukkan oleh
seseorang.
Ø Kebudayaan Barat.
Budaya Barat (kadang-kadang disamakan
dengan peradaban Barat atau peradaban Eropa), mengacu pada budaya yang
berasal Eropa.
Istilah “budaya Barat” digunakan sangat
luas untuk merujuk pada warisannorma-norma sosial, nilai-nilai etika, adat istiadat,
keyakinan agama, sistem
politik, artefak budaya khusus,
serta teknologi.
Secara spesifik, istilah budaya Barat dapat ditujukan terhadap:
·
Pengaruh budaya Klasik dan Renaisans Yunani-Romawi dalam
hal seni, filsafat, sastra, dan tema hukum dan tradisi,
dampak sosial budaya dariperiode
migrasi dan warisan budaya Keltik, Jermanik, Romanik, Slavik, dan kelompok etnis
lainnya, serta dalam hal tradisi rasionalisme dalam
berbagai bidang kehidupan yang dikembangkan oleh filosofi Helenistik,skolastisisme, humanisme, revolusi
ilmiah dan pencerahan,
dan termasuk pula pemikiran politik, argumen rasional umum
yang mendukung kebebasan berpikir, hak asasi
manusia, kesetaraan dan
nilai-nilai demokrasi yang menentang irasionalitas dan teokrasi.
·
Pengaruh budaya Alkitab-Kristiani dalam hal pemikiran rohani, adat dan dalam
tradisi etika atau
moral, selama masa Pasca Klasik.
·
Pengaruh budaya Eropa Barat dalam hal seni, musik, cerita
rakyat, etika dan tradisi lisan, dengan tema-tema yang dikembangkan lebih
lanjut selama masa Romantisisme. Konsep budaya Barat umumnya
terkait dengan definisi klasik dari Dunia Barat.
Dalam definisi ini, kebudayaan Barat adalah himpunan sastra, sains, politik,
serta prinsip-prinsip artistik dan filosofi yang
membedakannya dari peradaban lain. Sebagian besar rangkaian tradisi dan
pengetahuan tersebut umumnya telah dikumpulkan dalam kanon Barat.] Istilah
ini juga telah dihubungkan dengan negara-negara yang sejarahnya amat
dipengaruhi oleh imigrasi atau kolonisasi orang-orang Eropa, misalnya seperti
negara-negara di benua Amerika danAustralasia,
dan tidak terbatas hanya oleh imigran dari Eropa Barat. Eropa Tengah juga
dianggap sebagai penyumbang unsur-unsur asli dari kebudayaan Barat.[2][3]
. Beberapa kecenderungan yang dianggap mendefinisikan masyarakat Barat
moderen, antara lain dengan adanya pluralisme
politik, berbagai subkultur ataubudaya tandingan penting
(seperti gerakan-gerakan Zaman Baru), serta peningkatan sinkretisme budaya
sebagai akibat dari globalisasi dan migrasi
manusia.
Sumber:
http://mahardhikazifana.com/culture-literature-sastra-budaya/mengeksplorasi-ilmu-budaya-4-bentuk-unsur-kebudayaan.html
http://www.crayonpedia.org/mw/Norma-Norma_yang_Berlaku_dalam_kehidupan_Bermasyarakat,_Berbangsa_dan_Bernegara_7.1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar