TUGAS ISD BAB 3 : INDIVIDUA KELUARGA DAN
MASYARAKAT.
Pertumbuhan Individu.
Individu berasal dari kata latin individuum yang artinya tidak terbagi. Individu
menekankan penyelidikan kepada kenyataan-kenyataan hidup yang istimewa dan
seberapa mempengaruhi kehidupan manusia (Abu Ahmadi, 1991: 23).
Individu bukan berarti manusia sebagai
suatu keseluruhan yang tidak dapat dibagi,melainkan sebagi kesatuan yang
terbatas, yaitu sebagai manusia perseorangan.
Individu adalah seorang manusia yang tidak
hanya memiliki peranan khas didalam lingkungan sosialnya,melainkan juga
mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya.
Individu tidak akan jelas identitasnya
tanpa adanya suatu masyrakat yangmenjadi latar belakang keberadaanya.Manusia
sebagai individu salalu berada ditengah-tengah kelompok individu yang sekaligus
mematangkannya untuk menjadi pribadi yang prosesnya memerlukan lingkungan yang
dapat membentuk pribadinya.Namun tidak semua lingkungan menjadi faktor pendukung
pembentukan pribadi tetapi ada kalanya menjadi penghambat proses pembentukan
pribadi.
v Pertumbuhan Individu.
Menurut aliran Asosiasi Pertumbuhan pada
dasarnya adalah proses asosiasi dan yang primer adalah bagian-bagian.
Bagian-bagian ada lebih dahulu sedang keseluruhan ada pada kemudian dimana
bagian-bagian ini terikat satu sama lain menjadi keseluruhan oleh asosiasi.
Dimana proses asosiasi itu sendiri adalah terjadinya perubahan pada seseorang
secara bertahap karena pengaruh baik dari pengalaman atau empiris luar melalui
panca indera yang menimbulkan sensations maupun pengalaman dalam mengenai
keadaan batin sendiri yang menimbulkan reflexions.
v Funsi Keluarga.
Keluarga berasal dari bahasa
Sansekerta: kula dan warga “kulawarga” yang berarti “anggota” “kelompok
kerabat”. Keluarga adalah lingkungan di mana beberapa orang yang masih memiliki
hubungan darah, bersatu.
Ø Menurut DepartemenKesehatan RI (1998 )
Pengertian Keluarga adalah unit terkecil
dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang
terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling
ketergantungan.
Ø Menurut Ki Hajar Dewantara
Kumpulan beberapa orang yang karena
terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu
gabungan yang hakiki,esensial, enak dan berkehendak bersama-sama memperteguh
gabungan itu untuk memuliakan masing-masing anggotanya.
Ø Menurut Salvicion dan Ara Celis
Keluarga adalah dua atau lebih dari dua
individu yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau
pengangkatan dan mereka hidupnya dalam suatu rumah tangga, berinteraksi satu
sama lain dan didalam perannya masing-masing dan menciptakan serta
mempertahankan suatu kebudayaan.
v Dari pengertian di atas dapat diambil kesimpulan
bahwa keluarga adalah : Unit terkecil dari masyarakat terdiri atas 2 orang
atau lebih, adanya ikatan perkawinan atau pertalian darah. Hidup dalam satu rumah
tangga di bawah asuhan seseorang kepala rumah tangga, Berinteraksi diantara
sesama anggota keluarga, Setiap anggota keluarga mempunyai peran
masing-masing diciptakan,mempertahankan suatu kebudayaan.
v Ada delapan fungsi keluarga yang digaris bawahi oleh ulama dan cendikia,
yang kemudian dirumuskan dalam Peraturan Pemerintah No. 21, 1994, yaitu fungsi:
Ø Keagamaan
Tugas keluarga dalam fungsi ini adalah
memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga yang lain dalam kehidupan
beragama, dan tugas kepala keluarga untuk menanamkan keyakinan bahwa ada
keyakinan lain yang mengatur kehidupan ini dan ada kehidupan lain setelah di
dunia ini.
Ø Sosial budaya
Fungsi ini diharapkan dapat mengantarkan
seluruh keluarga untuk memelihara budaya bangsa dan memperkayanya.Islam secara
tegas mendukung setiap hal yang dinilai oleh masyarakat sebagai sesuatu yang
baik dan sejalan dengan nilai-nilai agama. Budaya positif satu bangsa atau
masyarakat, dicakup oleh apa yang diistilahkan oleh Al Qur'an dengan kata "ma'ruf."
Ø Cinta kasih
Fungsi ini telah digaris bawahi secara
amat jelas dan populer oleh AlQur'an, yang di istilahkannya; bila antar
pasangan dengan "mawaddatan warahmat", dan terhadap anak dengan
"qurrata a'yun" (penyejukmata).Tahukah engkau, bahwa karya-karya
besar manusia lahir oleh dorongan cinta? Salah satu keajaiban dunia "Taj
Mahal" lahir dari cinta seorang suami kepada istrinya.Syair-syair Homerus,
sastrawan Yunani kenamaan pun lahiratas dorongan cinta.Piramid yang berdiri
tegar di Mesir dan Meksiko, juga dibangun oleh motivasi cinta.CINTA SEJATI
SELALU MENCIPTA, TIDAK MERUSAK. Cintakasih, "mawaddah" dan
"rahmah" antara suami istri sudah banyak kita bicarakan, tak usahlah
kita berpanjang lebar disini.Hubungan anakdan orang tua juga harus didasari
oleh cinta kasih.
Ø Melindungi
Fungsi keluarga sebagai pelindung menurut
Al Qur'an:Mereka (istri-istri) adalah pakaian untuk kamu (para suami), dan kamu
(para suami) adalah pakaian untuk para istri..::QS Al Baqarah 187::.Perisai
yang dipakai sebagai pakaian dalam peperangan memberi rasa aman, bukankah hidup
adalah peperangan? Pakaian tebal memberi kehangatan, sebaliknya bila gerah,
dengan pakaian lembut dan halus kegerahan dapat dikurangi.Jika demikian halnya
pakaian, dan masing-masing pasangan dinamai Al Qur'an sebagai
"pakaian", maka tidak diragukan lagi bahwa salah sutu fungsi keluarga
adalah melindungi.
Ø Reproduksi
Fungsi keluarga dalam hal ini adalah
untukmeneruskan keturunan sebagai generasi penerus.
Ø Sosialisasi dan pendidikan
Fungsi keluarga dalam menjalankan fungsi
ini adalah bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat
yang baik.
Ø Ekonomi
Tugas kepala keluarga dalam hal ini adalah
mencari sumber-sumber kehidupan dalam memenuhi fungsi-fungsi keluarga yang
lain, kepala keluarga bekerja untuk mencari penghasilan, mengatur penghasilan
itu, sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan keluarga
Ø Pembinaan lingkungan.
Manusia adalah makhluk sosial.Ia tidak
dapat hidup sendirian.Nabi SAW menggambarkan kehidupan masyarakat sebagai
sejumlah orang yang sedang menumpang perahu.Jika yang digeladak seenaknya
ingin memperoleh air dengan membocorkan perahu, maka seluruh
penumpang akan hanyut. Demikian kehidupan kita dan keluarga dalam satu lingkungan.Lingkungan
adalah satu kekuatan yang dapat menjadi positif atau negatif yang mempengaruhi
anggota keluarga. Keluargapun dapat memberi pengaruh terhadap lingkungannya.
Ø Arti Definisi / Pengertian Masyarakat
Berikut di bawah ini adalah beberapa
pengertian masyarakat dari beberapa ahli sosiologi dunia.
1. Menurut Selo Sumardjan masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan
kebudayaan.
2. Menurut Karl Marx masyarakat adalah suatu struktur yang
menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya
pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi.
3. Menurut Emile Durkheim masyarakat merupakan suau kenyataan
objektif pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya.
4. Menurut Paul B. Horton & C. Hunt masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup
bersama-sama dalam waktu yang cukup lama,tinggal di suatu wilayah tertentu,
mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok
/ kumpulan manusia tersebut.
v Faktor-Faktor / Unsur-Unsur Masyarakat.
Ø Menurut Soerjono Soekanto alam masyarakat setidaknya memuat unsur sebagaiberikut ini :
1. Berangotakan minimal dua orang.
2. Anggotanya
sadar sebagai satu kesatuan.
3. Berhubungan dalam
waktu yang cukup lama yang menghasilkan manusia baru yang saling berkomunikasi
dan membuat aturan-aturan hubungan antar anggota masyarakat.Menjadi sistem
hidup bersama yang menimbulkan kebudayaan serta keterkaitan satu sama lain
sebagai anggota masyarakat.
v Ciri / Kriteria Masyarakat Yang Baik:
Ø Menurut Marion Levy diperlukan empat kriteria yang harus dipenuhi agar sekumpulan manusia bisa
dikatakan / disebut sebagai masyarakat.
1. Ada sistem tindakan
utama.
2. Saling setia pada
sistem tindakan utama.
3. Mampu bertahan lebih
dari masa hidup seorang anggota.
4. Sebagian atan seluruh
anggota baru didapat dari kelahiran / reproduk simanusia.
Ø Bila dipandang cara terbentuk nya masyarakat:
1.Masyarakat paksaan,
misalnya negara, masyarakat tawanan
2.Masyarakat mardeka
Ø Masyarakat dipandang dari sudut Antropologi terdapat dua type masyarakat:
1) Masyarakat kecil yang
belum begitu kompleks, belum mengenal pembagian kerja, belum mengenal tulisan,
dan teknologi nya sederhana.
2).Masyarakat sudah
kompleks, yang sudah jauh menjalankan spesialisasi dalam segala hal.
Ø Masyarakat Non Industri
Kita telah tahu secara garis besar bahwa ,
kelompok nasional atau organisasi kemasyarakatan non industri dapat digolongkan
menjadi dua golongan, yaitu kelompok primer (primary group) dan kelompok
sekunder (secondary group).
· Kelompok primer
Dalam kelompok primer, interaksi antar
anggota terjalin lebih intensif, lebih erat, lebih akrab. Di karenakan para
anggota kelompok sering berdialog,bertatap muka, sehingga mereka mengenal lebih
dekat, lebih akrab.Dalam kelompok-kelompok primer bercorak kekeluargaan dan
lebih berdasarkan simpati. Pembagian kerja atau pembagian tugas pada kelompok
menerima serta menjalankan tugas tidak secara paksa, lebih dititik beratkan
pada kesadaran,tanggung jawab para anggota dan berlangsung atas dasar rasa
simpati dan secara sukarela.Contoh-contoh kelompok primer, antara lain
:keluarga, rukun tetangga, kelompok belajar,kelompok agama, dan lain
sebagainya.
· Kelompok sekunder
Antara anggota kelompok sekunder, terpaut
saling hubungan tak Iangsung, formal,juga kurang bersifat kekeluargaan. Oleh
karena itu, sifat interaksi, pembagian kerja, pembagian kerja antara anggota
kelompok di atur atas dasar pertimbangan-pertimbangan rasional, obyektif.
Para anggota menerima pembagian
kerja/pembagian tugas atas dasar kemampuan;keahlian tertentu, di samping
dituntut dedikasi. Hal-hal semacam itu diperlukan untuk mencapai target dan
tujuan tertentu yang telah di flot dalamprogram-program yang telah sama-sama
disepakati. Contoh-contoh kelompok sekunder, misalnya : partai politik,
perhimpunan serikat kerja/serikat buruh,organisasi profesi dan sebagainya.
(2) Masyarakat Industri
Durkheim mempergunakan variasi
pembangian kerja sebagai dasar untuk mengklasifikasikan masyarakat, sesuai
dengan taraf perkembangannya. Akan tetapi lebih cenderung mempergunakan dua
taraf klasifikasi, yaitu yang sederhana dan yang kompleks.
Masyarakat-masyarakat yang berada di tengah kedua eksterm tadi diabaikannya (Soerjono Soekanto, 1982 : 190).
Jika pembagian kerja bertambah kompleks,
suatu tanda bahwa kapasitas masyarakat semakin tinggi. Solidaritas didasarkan
pada hubungan saling ketergantungan antara kelompok-kelompok masyarakat yang
telah mengenal pengkhususan.Otonomi sejenis, juga menjadi ciri dari bagian/
kelompok-kelompok masyarakat industri. Otonomi sejenis dapat diartikan dengan
kepandaian/keahlian khusus yang dimilikiseseorang secara mandiri, sampai pada
batas-batas tertentu.Contoh : tukang roti, tukang sepatu,tukang bubut, tukang
las, ahlimesin, ahli listrik dan ahli dinamo, mereka dapat bekerja secara
mandiri. Dengan timbulnya spesialisasi fungsional, makin berkurang pula ide-ide
kolektif untuk diekspresikan dan dikerjakan bersama. Dengan demikian semakin
kompleks pembagian
kerja, semakin banyak timbul kepribadian individu. Sudah barang tentu
masyarakat sebagai keseluruhan memerlukan derajat integrasi yang serasi. Akan
tetapi hanya akan sampai pada batas tertentu, sesuai dengan bertambahnya
individualisme.
Ø Hubungan individu, keluarga, masyarakat
Sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan
masyarakat, keluarga mempunyai korelasi fungsional dengan masyarakat tertentu,
oleh karena itu dalam proses pengembangan individu menjadi seorang yang
berpribadi hendaknya diarahkan sesuai dengan struktur masyarakat yang ada,
sehingga seorang individu menjadi seorang yang dewasa dalam arti mampu
mengendalikan diri dan melakukan hubungan – hubungan sosial di dalam masyarakat
yang cukup majemuk.Individu yangberada dalam masyarakat tertentu berarti ia
berada pada suatu konteks budaya tertentu. Pada tahap inilah arti keunikan
individu itu menjadi jelas dan bermakna, artinya akan
dengan mudah dirumuskan gejala – gejalanya. Karena disini akan terlibat
individu sebagai perwujudan dirinya sendiri dan merupakan makhluk sosial
sebagai perwujudan anggota kelompok atau anggota masyarakat.
Ø URBANISASI
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi adalah
masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak
merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan
sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa
didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat
penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain sebagainya tentu adalah
suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.
Berbeda dengan perspektif ilmu kependudukan, definisi Urbanisasi berarti
persentase penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Perpindahan manusia dari
desa ke kota hanya salah satu penyebab urbanisasi. perpindahan itu sendiri
dikategorikan 2 macam, yakni:
1. Migrasi Penduduk dan
2. Mobilitas Penduduk
perbedaannya adalah Migrasi penduduk lebih bermakna perpindahan penduduk
dari desa ke kota yang bertujuan untuk tinggal menetap di kota. Sedangkan Mobilitas
Penduduk berarti perpindahan penduduk yang hanya bersifat sementara atau tidak
menetap.
Di bawah ini dalah beberapa atau sebagian contoh yang pada dasarnya dapat
menggerakkan seseorang untuk melakukan urbanisasi perpindahan dari pedesaaan ke
perkotaan.
v Faktor Penarik
Terjadinya Urbanisasi.
a. Kehidupan kota yang lebih modern dan mewah.
b. Sarana dan prasarana kota yang lebih lengkap.
c. Banyaklapangan pekerjaan di kota.
d. Di kota banyak perempuan cantik dan laki-laki tampan.
e. Pengaruh buruk sinetron Indonesia.
f. Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi jauh lebih baik dan berkualitas.
v Faktor Pendorong
Terjadinya Urbanisasi
a. Lahanpertanian yang semakin sempit.
b. Merasa tidakcocok dengan budaya tempat asalnya.
c. Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa.
d. Terbatasnya sarana dan prasarana di desa.
e. Diusir daridesa asal.
f. Memiliki impian kuat menjadi orang kaya
Sumber:
http://mahardhikazifana.com/culture-literature-sastra-budaya/mengeksplorasi-ilmu-budaya-4-bentuk-unsur-kebudayaan.html
http://www.crayonpedia.org/mw/Norma-Norma_yang_Berlaku_dalam_kehidupan_Bermasyarakat,_Berbangsa_dan_Bernegara_7.1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar